Places
Greece | Turki | Indonesia | Vietnam | Bulgaria | Mecodonia | Kazakhstan | Arab Saudi | Dubai | Abu Dhabi | Bosnia | Croatia | Montenegro | German | Switzerland | Uzbekistan | Kemboja | Singapura | Taiwan | Aceh | Surabaya | Philippines | Makkah-Madinah | Malaysia | China
Perjalanan Umrah Keluarga Besar Titingan 2026
Mekah & Madinah, 13 – 24 Februari 2026
Keluarga besar Titingan telah diberi kesempatan yang amat bermakna untuk menunaikan ibadah umrah bersama-sama seramai 20 keluarga, bermula pada 13 Februari dan berakhir pada 24 Februari 2026. Perjalanan penuh keberkatan ini menjadi salah satu detik bersejarah yang akan terus dikenang oleh seluruh ahli keluarga.
Kepimpinan Rombongan
Rombongan ini diketuai oleh Datuk Hj Nizam Datuk Seri Panglima Hj Abu Bakar Titingan bersama isteri tercinta, Datin Hjh Wahidah Mardiana Nur Salim. Dengan kepimpinan penuh hikmah dan kasih sayang, mereka memastikan setiap ahli keluarga dapat menunaikan ibadah dengan lancar, selesa, dan penuh kekhusyukan.
Ibadah di Tanah Suci
• Mekah al-Mukarramah: Keluarga berpeluang menunaikan tawaf, sa’i, serta memperbanyakkan doa di hadapan Kaabah.
• Madinah al-Munawwarah: Mereka menziarahi Masjid Nabawi dan Raudhah, memperkukuh rasa cinta kepada Rasulullah SAW.
Lebih istimewa, keluarga besar ini berpeluang memulakan ibadah puasa Ramadan lebih awal di Tanah Suci, suatu pengalaman yang penuh keberkatan dan jarang dapat diraih.
Kenangan & Ikatan Kekeluargaan
Selain ibadah, perjalanan ini turut mengeratkan silaturahim antara generasi keluarga besar Titingan. Anak-anak, cucu, dan saudara mara bersama-sama merasai suasana ukhuwah yang mendalam, menjadikan umrah ini sebagai memori keluarga yang tidak ternilai.
Ucapan Penghargaan
Pihak keluarga besar Titingan merakamkan setinggi-tinggi penghargaan kepada:
• Datuk Hj Nizam dan Datin Hjh Wahidah Mardiana atas kepimpinan dan pengorbanan mereka dalam memastikan kelancaran perjalanan.
• Semua ahli keluarga yang telah bersama-sama menjayakan rombongan ini dengan penuh semangat kekeluargaan.
• Para penyumbang, sahabat, dan pihak pengurusan yang telah membantu dari segi logistik, nasihat, serta sokongan moral sepanjang perjalanan.
Semoga segala jasa dan sumbangan diberkati Allah SWT dan menjadi amal jariah yang berpanjangan.
Galeri Foto 📸
Umrah keluarga besar Titingan pada Februari 2026 menjadi bukti bahawa ibadah yang dilakukan bersama-sama mampu melahirkan kekuatan rohani, kasih sayang, dan kenangan yang akan terus hidup dalam hati setiap ahli keluarga. Semoga pengalaman ini menjadi inspirasi untuk generasi seterusnya, dan doa dipanjatkan agar keluarga besar Titingan terus diberkati Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan.
Ziarah ke Baqi, Madinah
Pagi 22 Februari 2026 (4 Ramadan 1447 Hijriah), aku melangkah perlahan di tanah suci Baqi, di bawah langit Madinah yang hening, setiap pusara seakan berbisik, mengingatkan bahawa hidup ini hanyalah persinggahan, dan setiap jiwa pasti akan kembali kepada-Nya.
Di hadapan makam para sahabat dan insan mulia, aku tersentuh oleh hakikat yang tidak dapat ditolak: segala pangkat, harta, dan nama akan ditinggalkan tanpa sisa, yang kekal hanyalah amal yang ikhlas.
Hidup ini ibarat roda, kadang berputar di atas, kadang di bawah, namun akhirnya roda itu berhenti, menutup perjalanan dunia, membuka pintu menuju akhirat.
Ziarah ini menginsafkan, menyapu bersih sisa kesombongan, menyentuh hati dengan kelembutan, bahawa dunia bukan destinasi, hanya jalan singkat menuju pulang.
Di Baqi, aku belajar: segala yang digenggam akan terlepas, segala yang dibanggakan akan lenyap, dan hanya amal yang tulus akan menemani di hadapan Tuhan.
Ya Allah, jadikan ziarah ini pengingat yang meneguhkan hati, agar hidupku sentiasa berpaut pada-Mu, dan langkahku tidak lalai dalam perjalanan menuju akhirat.
Masjid Eyüp Sultan di Istanbul adalah salah satu tempat paling suci dalam sejarah Islam Ottoman. Dibangun pada tahun 1458 oleh Sultan Mehmed II, masjid ini didirikan untuk menghormati Abu Ayyub al-Ansari, sahabat Nabi Muhammad yang gugur dalam pengepungan pertama Konstantinopel pada abad ke-7.
Masjid ini menjadi pusat ziarah bagi umat Islam karena makam Abu Ayyub al-Ansari berada di dalam kompleksnya. Ia adalah salah satu sahabat Nabi yang sangat dihormati, dan keberadaan makamnya menjadikan masjid ini sebagai tempat yang penuh berkah bagi umat Muslim.
Masjid Eyüp Sultan awalnya dibangun dengan gaya Ottoman klasik, tetapi mengalami renovasi besar pada tahun 1800 setelah mengalami kerusakan akibat gempa bumi. Sultan Selim III membangun ulang masjid ini dengan sentuhan Baroque Ottoman, menjadikannya salah satu masjid dengan perpaduan arsitektur klasik dan modern.
Masjid ini memiliki peran penting dalam upacara penobatan Sultan Ottoman. Para sultan baru akan datang ke masjid ini untuk menerima Pedang Osman, sebuah simbol kekuasaan dan keberlanjutan dinasti Ottoman.
Saat ini, Masjid Eyüp Sultan tetap menjadi tempat ibadah dan ziarah, menarik banyak pengunjung yang ingin merasakan spiritualitas dan sejarah Islam di Istanbul.
Aqueduct of Kavala, atau dikenal sebagai Kamares, adalah salah satu landmark bersejarah di Kavala, Yunani. Struktur ini memiliki akar dari zaman Romawi, tetapi bentuk yang kita lihat sekarang adalah hasil pembangunan ulang oleh Kesultanan Ottoman pada abad ke-16.
Sejarah Pembangunan
- Era Romawi: Awalnya, aqueduct ini berfungsi sebagai sistem distribusi air bagi kota Kavala, yang saat itu dikenal sebagai Neapolis.
- Era Bizantium: Pada abad ke-14, sebuah tembok pertahanan Bizantium dibangun di lokasi ini, yang kemungkinan juga berfungsi sebagai aqueduct.
- Era Ottoman: Sultan Suleiman the Magnificent memperbaiki dan memperbesar aqueduct ini antara 1530 dan 1536, menggantikan struktur Bizantium dengan lengkungan batu besar yang masih berdiri hingga kini.
- Era Modern: Hingga tahun 1911, aqueduct ini masih digunakan untuk menyalurkan air dari Gunung Pangaeus ke kota Kavala.
Keunikan Arsitektur
- Memiliki lengkungan besar yang membentang di atas jalan utama kota Kavala.
- Dibangun dengan batu kokoh, mencerminkan teknik konstruksi Ottoman yang tahan lama.
- Menjadi ikon kota, sering dikunjungi oleh wisatawan yang ingin melihat peninggalan Ottoman dan Bizantium.
Aqueduct ini tidak hanya berfungsi sebagai sistem distribusi air tetapi juga menjadi simbol sejarah Kavala, mencerminkan berbagai era yang pernah menguasai kota ini.
Kenangan di Pondok Pesantren Prof. Dr. HAMKA di Maninjau
Pondok Pesantren Prof. Dr. HAMKA di Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, adalah lembaga pendidikan Islam yang didirikan untuk meneruskan nilai-nilai keilmuan dan perjuangan Buya Hamka, seorang ulama, sastrawan, dan pemikir besar Indonesia.
Pesantren ini berfokus pada pendidikan berbasis Al-Qur'an dan Hadis, serta mengajarkan nilai-nilai tasawuf, filsafat Islam, dan kepemimpinan yang diwariskan oleh Buya Hamka. Selain itu, pesantren ini juga menanamkan pendidikan karakter, membentuk generasi yang berakhlak mulia dan memiliki wawasan luas tentang Islam dan budaya Nusantara.
Pesantren ini memiliki berbagai fasilitas, termasuk ruang kelas yang nyaman, asrama santri, perpustakaan, dan laboratorium praktikum. Selain pendidikan formal, santri juga diajarkan keterampilan hidup, seperti menulis, berdakwah, dan memahami sejarah Islam.
Pesantren ini terletak di Kubu Gadang, Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dan menjadi salah satu pusat pendidikan Islam yang berpengaruh di wilayah tersebut.
Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh adalah simbol keagamaan, budaya, dan perjuangan masyarakat Aceh. Masjid ini awalnya dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612, meskipun ada sumber yang menyebutkan bahwa pembangunannya sudah dimulai sejak 1292 oleh Sultan Alaidin Mahmudsyah.
Masjid ini memiliki sejarah panjang, termasuk saat dibakar oleh Belanda pada tahun 1873 dalam upaya mereka menguasai Aceh. Namun, sebagai bentuk rekonsiliasi, Belanda membangun kembali masjid ini pada tahun 1879, dan sejak itu mengalami beberapa renovasi hingga memiliki tujuh kubah dan delapan menara.
Masjid Raya Baiturrahman juga menjadi saksi ketangguhan Aceh saat diterjang tsunami dahsyat pada tahun 2004, di mana bangunan ini tetap berdiri kokoh meskipun mengalami beberapa kerusakan. Kini, masjid ini menjadi kebanggaan masyarakat Aceh dan salah satu landmark utama di Banda Aceh.
Masjid Šarena Džamija, atau dikenal sebagai Masjid Lukis, yang terletak di Tetovo, Makedonia Utara. Masjid ini terkenal karena dekorasi dindingnya yang penuh warna dan pola geometris khas Ottoman, menjadikannya salah satu masjid paling unik di Balkan.
Sejarah dan Keunikan
Masjid ini dibangun pada tahun 1438 oleh dua saudara perempuan Ottoman, Hurşide dan Mensure, yang menggunakan mahar mereka untuk mendanai pembangunannya. Berbeda dengan masjid Ottoman lainnya yang biasanya memiliki kubah besar, Šarena Džamija lebih menonjol karena lukisan dindingnya yang rumit, yang dibuat dengan teknik seni khas Ottoman.
Pada abad ke-19, masjid ini direnovasi oleh Abdurrahman Pasha, yang menambahkan lebih banyak detail artistik pada interior dan eksteriornya. Salah satu keunikan masjid ini adalah penggunaan puluhan ribu telur dalam campuran catnya, yang membantu mempertahankan warna dan keindahan lukisan selama berabad-abad.
Arsitektur dan Makna Budaya
Masjid ini memiliki satu menara dan beratap tanpa kubah, tetapi keindahan utamanya terletak pada motif lukisan yang menghiasi seluruh dindingnya. Lukisan-lukisan ini menggambarkan berbagai elemen Islam, termasuk penggambaran Ka'bah, yang dibuat oleh seorang seniman Ottoman pada tahun 1800-an.
Masjid ini masih aktif digunakan sebagai tempat ibadah dan menjadi salah satu destinasi wisata utama di Makedonia Utara.
Kenangan di Masjid Banya Bashi di Sofia
Masjid Banya Bashi di Sofia, Bulgaria, adalah satu-satunya masjid peninggalan Kesultanan Ottoman yang masih berfungsi di kota ini. Masjid ini dirancang oleh Mimar Sinan, arsitek terkenal Ottoman, dan selesai dibangun pada tahun 1566 saat Ottoman menguasai wilayah Bulgaria.
Nama Banya Bashi berasal dari bahasa Turki, yang berarti "kepala pemandian", karena masjid ini dibangun di atas sumber air panas alami—bahkan uap masih bisa terlihat keluar dari tanah di sekitar bangunan. Masjid ini memiliki kubah besar berdiameter 15 meter dan satu menara, yang menjadi ciri khas arsitektur Ottoman.
Selama hampir lima abad, masjid ini menjadi saksi sejarah Islam di Bulgaria. Namun, pada masa pemerintahan komunis, banyak masjid di Bulgaria ditutup, termasuk Banya Bashi. Setelah rezim komunis tumbang pada tahun 1970-an, masjid ini kembali difungsikan sebagai tempat ibadah bagi komunitas Muslim di Sofia.
Saat ini, Masjid Banya Bashi tetap menjadi pusat komunitas Muslim di Sofia, yang jumlahnya sekitar 8.614 jiwa dari total populasi kota. Masjid ini juga menjadi salah satu destinasi wisata sejarah, menarik pengunjung yang ingin melihat peninggalan Ottoman di Eropah Timur.
Jambatan Stari Most di Mostar, Bosnia dan Herzegovina, adalah salah satu ikon arsitektur Islam Balkan yang paling terkenal. Dibangun pada abad ke-16 atas perintah Sultan Suleiman yang Agung, jembatan ini dirancang oleh Mimar Hayruddin, seorang murid dari arsitek terkenal Mimar Sinan.
Jembatan ini memiliki desain lengkung yang elegan dan membentang di atas Sungai Neretva, menghubungkan dua bagian kota Mostar. Selama 427 tahun, Stari Most menjadi simbol persatuan dan keindahan arsitektur Ottoman sebelum dihancurkan pada 9 November 1993 selama Perang Bosnia-Croatia.
Setelah perang, proyek rekonstruksi dilakukan, dan jembatan ini dibuka kembali pada 23 Juli 2004. Kini, Stari Most menjadi bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO dan tetap menjadi daya tarik utama bagi wisatawan serta simbol ketahanan budaya Bosnia.
Kenangan di Taipei 101
Taipei 101 adalah salah satu gedung pencakar langit paling ikonik di dunia, terletak di Taipei, Taiwan. Dengan ketinggian 508 meter, gedung ini pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia dari tahun 2004 hingga 2009 sebelum dikalahkan oleh Burj Khalifa.
Menara ini memiliki 101 lantai, mencerminkan filosofi pertumbuhan dan keberlanjutan. Desainnya terinspirasi dari bambu, yang melambangkan kekuatan dan fleksibilitas dalam budaya Asia. Selain itu, Taipei 101 juga terkenal dengan sistem peredam massa—bola raksasa seberat 660 ton yang membantu menstabilkan gedung saat terjadi gempa atau angin kencang.
Gedung ini juga menjadi pusat perbelanjaan mewah dan memiliki observatorium di lantai atas, yang menawarkan pemandangan spektakuler kota Taipei. Setiap malam tahun baru, Taipei 101 menjadi pusat perhatian dengan pertunjukan kembang api yang luar biasa.
Sungai Mekong Di Phnom Penh adalah salah satu sungai terpanjang di dunia dan memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat di Asia Tenggara. Di Phnom Penh, sungai ini menjadi pusat aktivitas ekonomi, budaya, dan pariwisata.
Sungai Mekong mengalir melalui enam negara—China, Myanmar, Laos, Thailand, Kamboja, dan Vietnam—sebelum bermuara di Laut China Selatan. Di Phnom Penh, sungai ini bertemu dengan Sungai Tonlé Sap, yang memiliki fenomena unik di mana alirannya berubah arah sesuai musim.
Kawasan tepi sungai di Phnom Penh menawarkan pemandangan indah, terutama saat matahari terbenam. Banyak wisatawan menikmati perjalanan dengan perahu di sepanjang sungai untuk melihat kehidupan lokal dan landmark kota.
Singapura memiliki sejarah yang panjang sebagai sebahagian daripada Kepulauan Melayu, dengan akar budaya yang erat kaitannya dengan kerajaan-kerajaan Melayu kuno seperti Temasek dan Kesultanan Johor. Sebelum mencapai kemerdekaan pada tahun 1965, Singapura pernah menjadi sebahagian daripada Malaysia, namun berpisah akibat perbezaan politik dan ekonomi.
Dalam perjalanan sejarahnya, Singapura pernah berada di bawah pemerintahan raja-raja Melayu, termasuk Sang Nila Utama yang diyakini sebagai pengasas kota ini pada abad ke-13. Selepas itu, Singapura menjadi wilayah Kesultanan Melaka dan kemudian Kesultanan Johor, sebelum akhirnya jatuh ke tangan British pada tahun 1819.
Walaupun majoriti penduduknya pada masa kini terdiri daripada etnik Tionghoa, masyarakat Melayu tetap memainkan peranan penting dalam pembentukan identiti nasional Singapura. Bahasa Melayu diangkat sebagai bahasa kebangsaan, dan lagu kebangsaan Majulah Singapura dinyanyikan dalam bahasa Melayu, menegaskan kedudukan bahasa dan budaya Melayu dalam sejarah serta jati diri negara tersebut.
Kenangan di Dubai Museum
,
Dubai Museum, yang terletak di Al Fahidi Fort, adalah museum utama di Dubai dan merupakan bangunan tertua yang masih berdiri di kota ini. Dibuka pada tahun 1971 oleh penguasa Dubai, museum ini bertujuan untuk menampilkan kehidupan tradisional Emirati sebelum era modern.
Di dalamnya, kamu bisa menemukan berbagai diorama yang menggambarkan kehidupan di Dubai pada abad ke-19, termasuk rumah-rumah tradisional, masjid, pasar, dan kehidupan di padang pasir serta laut. Museum ini juga memiliki koleksi artefak dari perdagangan dengan Afrika dan Asia, serta benda-benda bersejarah yang berasal dari 3000 SM.
Istano Basa Pagaruyung adalah replika istana Kerajaan Pagaruyung yang terletak di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Istana ini memiliki sejarah panjang sebagai pusat pemerintahan kerajaan Minangkabau dan simbol budaya masyarakat setempat.
Awalnya, istana asli berada di Bukit Batu Patah, tetapi terbakar saat Perang Padri pada tahun 1804. Setelah itu, istana sempat dibangun kembali, tetapi mengalami kebakaran lagi pada tahun 1966. Pada tahun 1976, replika istana mulai dibangun di lokasi yang lebih selatan dari situs aslinya, sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya Minangkabau.
Istano Basa Pagaruyung dirancang dengan arsitektur khas rumah gadang, lengkap dengan ukiran yang menggambarkan filosofi Minangkabau. Bangunan ini juga menjadi museum budaya, menampilkan berbagai artefak sejarah, pakaian adat, dan peralatan tradisional.
Pada 27 Februari 2007, istana ini kembali mengalami kebakaran akibat sambaran petir, tetapi kemudian direstorasi dengan tetap mempertahankan teknik tradisional dan material kayu. Kini, Istano Basa Pagaruyung menjadi ikon wisata budaya Sumatera Barat, menarik wisatawan yang ingin mengenal lebih dalam sejarah dan budaya Minangkabau.
Masjid dan Museum Mevlana di Konya adalah salah satu tempat paling bersejarah di Turki, yang menjadi pusat spiritualitas dan penghormatan terhadap Jalaluddin Rumi, seorang penyair dan sufi terkenal dari abad ke-13.
Sejarah dan Makna Spiritual
Museum ini dulunya adalah biara sufi tempat Rumi mengajar dan bermeditasi, serta menjadi pusat Ordo Mevlevi, yang terkenal dengan tarian sufi Whirling Dervishes. Setelah wafatnya Rumi pada tahun 1273, tempat ini menjadi makamnya, yang kini dihiasi dengan kain emas dan berbagai dekorasi Islami yang indah.
Arsitektur dan Keunikan
Museum Mevlana memiliki arsitektur khas dengan kubah hijau turquoise, yang menjadi simbol spiritualitas dan kebijaksanaan. Kompleks ini juga mencakup ruang-ruang yang menyimpan manuskrip kuno, alat musik sufi, pakaian tradisional, dan benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan kehidupan dan ajaran Rumi.
Pengaruh dan Warisan
Setiap tahun, museum ini dikunjungi oleh jutaan peziarah dan wisatawan yang ingin mengenang ajaran Rumi tentang cinta, perdamaian, dan spiritualitas. Konya sendiri dikenal sebagai kota para sufi, dengan banyak situs bersejarah yang mencerminkan warisan spiritual dan budaya Islam.
Jalaluddin Rumi dan Islam
Jalaluddin Rumi adalah seorang sufi, penyair, dan cendekiawan Islam dari abad ke-13 yang lahir di Balkh (sekarang Afghanistan) pada tahun 1207 dan kemudian menetap di Konya, Turki. Ia dikenal sebagai Mevlana, yang berarti "Tuan Kami," dan merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam dunia tasawuf.
Rumi mengajarkan cinta universal, kedekatan dengan Tuhan, dan perjalanan spiritual melalui puisi dan ajaran sufistiknya. Karya-karyanya, seperti Masnawi dan Diwan-e Shams-e Tabrizi, menjadi rujukan utama dalam dunia Islam dan tasawuf. Ia juga mendirikan Ordo Mevlevi, yang terkenal dengan tarian sufi Whirling Dervishes, sebagai bentuk meditasi dan ekspresi spiritual.
Ajaran Rumi menekankan bahwa Islam bukan hanya tentang hukum dan ritual, tetapi juga tentang hubungan mendalam antara manusia dan Tuhan melalui cinta dan kesadaran spiritual. Ia sering mengutip ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis dalam puisinya, mengajak manusia untuk memahami makna sejati kehidupan dan keberadaan.